easy wysiwyg web page builder software download

Manfaat kerik

seperti Ga enak badan, kepala pusing merupakan beberapa tanda bahwa tubuh sedang masuk angin. Dan jika bicara masuk angin, sepertinya identik dengan kerokan. Aktivitas “primitif” warisan leluhur. Kerokan atau kerikan adalah pengobatan sederhana yang sudah di percaya selama berabad-abad 0leh nenek moyang kita.


Tapi jangan salah, ternyata kegiatan kerokan ini juga di kenal semua orang.

Banyak orang berpendapat bahwa warna merah yang timbul pada kulit setelah kerokan merupakan pertanda bahwa tubuh sedang dalam keadaan masuk angin. Jadi indikatornya, jika warna semakin merah maka angin yang berdiam dalam tubuh pastinya banyak.


Walaupun budaya kerokan ini masih bersifat primitif, tapi jangan salah loh, sudah banyak orang Bule dari berbagai Negara yang ingin bisa mempelajari teknik kerokan.Buat orang Bule, terapi kerokan sebenarnya bertentangan dengan nilai-nilai medis ukuran mereka. Tapi ternyata terapi ini di samping murah juga sangat efektifdalam memperbaiki kondisi tubuh yang kurang sehat.


Menurut dokter dari Fakultas kedokteran Universitas Indonesia, Saptawati Bardosono “ Di Negara barat, kerokan sama sekali tak di kenal.”

Secara medis kerokan adalah salah satu metode memperlebar pembuluh darah tepi yang menutup (vasokontiksi) menjadi semakin lebar (vasaditilasi). “Kerokan, tidak berbahaya selagi tidak menjadi kebutuhan primer,” ungkap Mulyadi, salah seorang dokter dari Klinik Mediazone. Yang berbahaya apabila budaya kerokan di lakukan secara terus menerus, karena hal tersebut bisa mengkibatkan pecahnya pembuluh darah halus dan kecil dalam jumlah cukup banyak.


Beda halnya jika di lakukan dengan tahap normal, kerokan bisa membuat penderita merasa nyaman karena telah melepas hormon beta endofin. “ Secara ilmiah, praktek yang sangat sederhana ini terbukti telah mampu dan dapat mengobati gejala masuk angin atau sindroma dingin yang memiliki gejala nyeri otot (mialga).” Mulyadi kembali menegaskan.

Masuk angin memang bukan gejala penyakit yang berbahaya, namun jika frekuensinya sering, alangkah baiknya di lakukan pemeriksaan secara menyeluruh

Karena ada beberapa penyakit organ lainnya yang di tandai dengan seringnya tubuh masuk angin.


 Sekarang mari kita bahas mengenai apa saja yang perlu di persiapkan sebelum kerokan.


1. Siapkan minyak kayu putih.


Atau zat lainnya yang berfungsi sebagai penghangat. Karena prinsipnya kerokan adalah upaya untuk meningkatkan temperatur dan energy pada daerah tubuh yang di kerok. Pada jaman dulu, seringkali zat yang di pakai adalah minyak tanah.


Namun di jaman sekarang lebih gampang atau mudah mendapatkan balsam daripada minyak tanah,Sekarang sudah termasuk barang langka. (kecuali mau susah payah untuk ngantri..hehehe)

Khusus anak bayi atau balita, sebaiknya kerokan menggunakan irisan bawang merah yang di campur dengan minyak kayu putih / telon agar si bayi tidak keakitan saat di kerik


2 Mengapa harus uang seratus ?


 karena bentuknya yang pipih bisa mengurangi rasa sakit. Hindari menggunakan uang koin yang mempunyai sisi tajam karena bisa membuat penderita merasa kesakitan dan badan malah jadi luka luka.


3. Kain lap atau tissue.


Jika sedang kerokan, tidak bisa di pungkiri, secara tidak langsung, akan ada kotoran-kotoran yang rontok menyerupai daki yang menjijihkan. Nah kain lap atau tissue ini berfungsi untuk membersihkan area kerokan dan alat kerokannya.


Setelah proses kerokan, sebaiknya tidak langsung mandi, karena saat itu kondisi pori-pori dalam keadaan terbuka. Untuk sementara hindari makanan atau minuman yang dingin. Gunakan baju yang hangat yang nyaman, dan beristirahat secukupny

MAAF KAMI TIDAK MELAYANI PIJAT SEX, PIJAT PLUS-PLUS ATAU SEJENISNYA

untuk jasa layanan pijat kesehatan kebugaran keluarga